Translate

Wednesday, January 9, 2013

Budidaya Kroto Usaha murah dan mudah


Pada saat ini, Peternak kroto masih jarang jika tidak mau menyebut langka.penghasil kroto pada umumnya adalah para pencari di alam bebas. yang pergi setiap pagi sampai sore guna mencari kroto. Sejauh ini, pedagang kroto setempat mengandalkan stok dari pamasok. Pihak pemasok sendiri, masih tetap mengandalkan alam. ‘Mereka mencari di hutan atau di alam bebasyang berdampak pada meningkatnya harga kroto. Dalam kondisi normal hanya dalam kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 75 ribu/Kg, namun jika alam lagi tak bersahabat, harga kroto meroket, hingga tembus Rp 150 ribu/Kg atau bahkan sampai Rp 300 ribu/Kg
 
Setiap hari permintaan akan kroto sangat berlimpah.Hal itu disebabkan karena pasokan di pasaran sangat minim, sedangkan kebutuhan kroto semakin meningkat. Penyebab meningkatnya kebutuhan kroto antara lain adalah para penggemar burung ocehan yang semakin banyak pula. Penggemar burung ocehan, merupakan segmen tetap kroto yang senantiasa berusaha ntuk dapat membeli kroto, bahhkan sampai selalu berebut. Berapa pun harga kroto, pasti akan di beli oleh para penggemar burung ocehan agar burung kesangannya dapat lebih sering mengoceh dan berkicau.


Pertanyaan mendasar, kenapa sektor agrobisnis yang satu ini masih langka peminat bahkan belum ada yang melirik. Padahal, budidaya kroto relatif murah, mudah dan sangat sederhana.

No comments:

Post a Comment